
Luar biasa sakitnya ketika kamu memperjuangkan suatu hubungan, bahkan kamu berusaha mencoba memperbaiki lagi dan selalu berharap namun ternyata semuanya sia-sia.
Kisahku berawal sangat indah seperti dongeng namun berakhir menyedihkan dimana semua mimpiku kini hancur
Kami bertemu di salah satu situs pencarian jodoh, dimana saya buat hanya untuk menghindari desakan orang tua saya untuk menikah. Lagi pula saat itu saya sedang dalam proses penyelesaian gelar Ph. D di bagian ilmu dasar yang menyita banyak dedikasi dan waktu. Sehingga saya tidak memiliki waktu dan energi untuk hal – hal yang lain.
Suatu hari di situs itu saya menerima permintaan pertemanan dari seseorang. Orangnya biasa aja dan Saya tidak tertarik. Saya mencoba menolaknya dengan sopan. Dan ternyata dia membalas kembali pesanku sehingga membuat pesan diantara kami semakin banyak.
Sampai Saya tidak menyadari bahwa ternyata chat Kami sudah panjang dan Kamipun mulai tertarik satu sama lain.
Dia itu seorang Angkatan Darat yang di tempatkan di luar kota sementara orang tuanya yang tinggal di Pune. Biasanya dia di rumah saat liburan tetapi dia membuat suprise padaku dengan terbang ke Delhi. Aku mencoba sopan dan memutuskan untuk ketemu dengannyasetelah pulang dari Lab.
Pertemuan kami berjalan dengan baik tanpa meninggalkan sedikitpu kesan buruk, ya setidaknyatidak dari saya.
Kemudian Kami pergi ngedate lagi sebelum dia pergi tugas kerja seminggu kedepan. Pria initidak membosankan dan dia bisa nyambung di semua topik yangkami bicarakan. Dia membuat saya bisa nyaman di setiap pertemuan kami dan saya menikmati itu. Setelah itu Dia kembali ke pekerjaannya dan saya juga sibuk dengan aktivitas saya. Seiring berjalannya waktu, lama kelamaan aku mulai menyukainya dan ku menantikan kisah kami selanjutnya. Oh ya,saya pernah meneteskan air mata ketika dia berkendara sejauh 40 Km hanya untuk bisa bertemu denganku.
Rasanya Sangat bahagia ketika Kamu melihat seseorang begitu mencintaimu dan sangat tergila gila padamu. Pada 25 Desember, dia datang menjumpai saya. Kami tinggal bersama selama 3 hari dan itu adalah hari yang paling baik dalam hidupku. Saya merasa seperti seorang princess di buatnya.
Saya sangat mencintai dia, bagiku dia benar benar seorang laki -laki gentleman dan bukan laki – laki biasa. Dia adalah cowok olive green-ku.
Selanjutnya Aku memperkenalkannya kepada keluargaku. Dari hasilpembicaraan mereka, tidak ada masalah dengan hubungan kami walaupun kami berasal dari negara yang berbeda. Dia berasal dari Maharashtrian sementara saya asli dari Dilliwaali.
Di bulan Januari, orang tuaku mengunjungi keluarganya untuk membicarakan berbagai hal. Merekapun menetapkan tanggal pernikahan kami tanggal 23 November 2017. Pada waktu itu juga, Saya mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan NASA di bagian astrobiology.
Aku mencintainya dan saya siap untuk meninggalkan segalanya hanya untuk bersamanya.
Sebelum dia kembali bekerja di bulan Januari, lagi dan lagi kami masih bersama. Ketika saya pergi menemuinya di stasiun kereta api, saya menyadari betapa saya sangat mencintainya saat mataku terpanah melihatnya.
Persiapan pernikahan dimulai pada bulan Maret, kami pun mulai mencari kebutuhan sesuai yang kami inginkan. Saya sangat senang dan membahas sampai hal -hal detail dengannya. Tapi dia mulai membuat jarak dan menjauh bahkan seperti menunjukkan tidak tertarik pada pernikahan.
Saya beranggapan bahwa itu adalah tekanan karena dia akan menghadapi ujian kenaikan pangkat . Saya memutuskan untuk memberinya ruang. Komunikasi kami menjadi sedikit dan jarang. Setiap kali dia menelepon atau jika saya yang menelepon, dia hanya akan berbicara selama 2 menit dan mencariberbagai alasan memutuskanpembicaraan kami.
Aku mulai Khawatir tetapi aku mencoba mengabaikannya karena aku yakin dia benar-benar sibuk.
Kami memang memiliki beberapa teman yang sama karena orangtua saya juga Angkatan Darat. Namun sayatidak pernahmembahas hubungan kami dengan teman-teman saya. Hingga suatu malam, saya sedang ngobrol dengan salah satu teman junior dia di Angkatan Darat. Teman kami ini tidak tahu kalau kami saling mengenal bahkan kami akan segera melangsungkan pernikahan.
Saat itu yang kami sedang membahastentang kehidupan Angkatan Darat dan tiba-tiba muncul nama calon suamiku dan dia menceritakan bahwa calon suamiku sudah bercerai.
Saya tidak percaya apa yang saya dengar! Bagaimana mungkin dia menyembunyikan hal yang begitu penting dalam hidupnya! Demi Tuhan, kami yang akan segera menikah ! Perasaanku remuk seolah-olah ada yang menikam hatiku.
Saya coba meneleponnya dan dia mengangkatnya tetapi dia tidak mencoba menjelaskan apapun.
Lalu, saya menemui mantan istrinya yang juga seorang Perwira Angkatan Darat. Dan ternyata mereka telah menjalin hubungan selama 6 tahun, namun karena ditempatkan di lokasi yang berbeda menyebabkan mereka sering bertengkar menurut mantan istrinya. Mereka bercerai setelah 2 tahun menikah. Setelah klarifikasi dari telepon, saya berharap dia berusaha memperbaiki semuanya.
Hatiku semakin kacau karena semuanya berbanding terbalik dari harapanku, Dia tidak bisa menikahiku karena dia masih mencintai mantan istrinya!
Saya merasa linglung karena saya sangat mencintainya dan kenapa dia berbohong padaku. Bahkan bukan itu saja, seolah-olah dia tidak mencintaiku lagi. Dimana cinta yang kurasakan selama ini? Tapi terlepas dari itu semua saya tetap berusaha, Saya pergi menemui dia untuk memberikan maaf dan menawarkan kesempatan melupakan semua dan memulai kembali dari awal. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang kuharapkan, dia mengatakan belum siap untuk itu dan bahkan dia hanya ingin aku keluar dari hidupnya. Saya tidak dapat membayangkan apa yang harus saya lakukan lagi atau kemana saya harus melangkah!
Namun saya tidak berhenti sampai disitu, saya tetap mencari tahu dan ternyata mantan istrinya sudah pindah dan menikah dengan pria lain.Dari situ timbul lagilah harapan saya yang sangat besar kalau dia akan move on dan kembali denganku.
Saya mulai kasihan padanya. Saya merasa sedih karena dia mencintai seseorang yang telah pergi meninggalkannya. Saya ingin berada disisinya dan membantunya melewati masa – masa sulit ini. Saya menulis surat yang panjang padanya, sebagai support untuk mengurangi rasa sakit yang dialami dan menjadikannya tetap tegar.
Saya berusaha membuat dia untuk terbuka kepada saya dan berjanji akan memegang tangan dan berada disampingnya.
Saya memang benar benar bodoh!
Hingga suatu hari saya ngobrol dengan salah satu teman Fauji. Saya mengetahui bahwa dia sedang tidak stabil dan telah berkencan dengan 2 – 3 orang gadis sejak dia bercerai.
Dan ternyata yang paling mengejutkan, mantan istrinya mengajukan gugatan cerai karena dia telah menganiaya dirinya!
BAGIKAN KUTIPAN INI
Saya sangat shock. Lelakiyang saya kasihi dan saya percayai, saya pikir dia benar benar cinta padaku dan ternyata dia sangat jauh dari yang saya harapkan. Hatiku bergejolak dan semakin marah. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Jelas – jelas dia tidak pernah menghubungiku lagi. Namun saya berusaha untuk tidak menghubunginya juga.
Saya memang pernah menelepon ayahnya untuk mengetahui mengapa mereka menyembunyikan kebenaran ini dari kami. Tetapi mereka sama sekali tidak mengetahui perbuatan anaknya. Putra mereka mengatakan bahwa keluarga saya dan saya sudah mengetahui tentang pernikahan dia yang sebelumnya. Oleh karena itu, orang tuanya tidak mau membicarakan topik yang tidak menyenangkan itu lagi.
Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, orang yang tidak bersalah ikut dibohongi putra sendiri.
Saya hanya berharap dia baik – baik saja. Laki-laki seperti dia tidak pantas mendapatkan wanita seperti Saya. Dia adalah orang sepantasnya mendapatkan hukuman. Seiring waktu berjalan, amarahku mulai mereda. Saya menyadari bahwa cintaku masih ada padanya dan Saya tidak ingin menyakitinya.
Semakin hari, Saya menyadari bahwa saya bersyukur kepada Tuhan karena saya dilindungi dari kisah ini. Dan Pria itu tidak akan pernah mengatakan yang sebenarnya kepadaku.
Menikahinya akan menjadi kesalahan terbesar dalam hidupku.
Saya sangat bersyukur, orang tuaku dan teman-temanku berada di sampingku. Hatiku masih sakit dan saya tidak tahu apakah itu akan sembuh, tetapi kehidupan ini tetap harus berjalan. Kepedihan ini masih menemani hari – hariku dan saya telah belajar untuk hidup dengannya. Saya tidak tahu apakah suatu saat saya akan bisa mempercayai seseorang. Waktuku sering dipenuhi pikiran negatif. Apalagi yang kurang baik yang saya lakukan untuknya? Mengapa ini terjadi padaku?
Aku bangun di tengah malam seperti mendengar suaranya di kepalaku berkata, “Aku tidak bisa mencintaimu.”
Tidak peduli seberapa bagus rencana hidupmu, kehidupan akan segera membawamu keluar dari semua ini, disaat Kamu lengah. Hidup tidak semudah yang Kamu bayangkan..
Walaupun pengalaman merusak keyakinanmu, namun pengalaman itu jugalah akan membentuk kepribadianmu.
Saya tidak akan membiarkan sedikitpun pengalaman pahit ini mengubah sikap saya terhadap kehidupan. Saya tidak akan menyerah pada cinta sejati. Ini adalah pekerjaan yang sulit bagi para wanitadiluar sana. Bersiaplahuntuk menghadapi kenyataan hidup.
Mungkin aya belum seutuhnya pulihtetapi saya akan memperbaiki diri dengan perlahan dan tegar.
BAGIKAN KUTIPAN INI
Saat menjalani pengalaman sulit ini, terlintas beberapa kutipan ini di pikiranku.
“Kamu datang dan pergi,
Sesuka hatimu.
Tidak sadar dan tidak peduli dengan semua kekacauan yang kamu tinggalkan,
Bunyi runtuhan tidak menggoyangkanmu,
Bahkan kamu pergi meninggalkan ku saat disaat ku kacau.
Tapi asal kamu tahu,
Kalau aku akan mengumpulkan reruntuhan itu,
Dan akan membangunnya,
Menjadi sebuah bangunan yang sangat indah.
Agar selama di hidupku,
Tidak ada lagi orang yang mendapatkan sial seperti yang kualami.”