Bosan dengan WhatsApp? Ini beberapa aplikasi alternatif yang bisa kamu gunakan

whats app

Facebook berencana untuk menggabungkan beberapa layanan pesan seperti WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram’s private messages ke dalam satu wadah. Hal ini cukup masuk akal dan dapat mempermudah komunikasi antara pemilik aplikasi Facebook. Apapun hasil akhir produknya, hal ini akan dienkripsi dari awal hingga akhir dan masing-masing aplikasi akan tetap terpisah dengan simbolnya masing-masing di handphonemu. Tapi, ide dasarnya adalah untuk menyatukan tiga aplikasi ke dalam wadah layanan pesan yang sama.

Mungkin beberapa pengguna tidak terlalu senang terkait penggabungan ini. Jadi, berikut alternatif untuk WhatsApp dan Facebook Messenger yang akan membuat Anda keluar dari platform chat Facebook yang akan datang.

Signal

Bosan dengan WhatsApp? Ini beberapa aplikasi alternatif yang bisa kamu gunakan

Signal adalah salah satu aplikasi yang cukup direkomendasikan dengan tingkat privasi yang tinggi, keamanan pengguna, dan transparansi. Signal mendukung pesan pribadi dan grup, termasuk foto, video dan dokumen, bahkan video call dan voice call antara sesama pengguna. Versi Android juga dapat berfungsi sebagai aplikasi SMS, menggantikan Android stock atau aplikasi pesan Samsung.

Signal telah direkomendasikan dengan orang-orang seperti Edward Snowden. Di aplikasi ini, kamu juga bisa mengatur waktu pesan agar otomatis terhapus. Signal bisa diunduh di iOS, Android, Windows, macOS, dan Debian-Linux.

Viber

Bosan dengan WhatsApp? Ini beberapa aplikasi alternatif yang bisa kamu gunakan

Viber adalah fitur chat termasuk chat grup, pesan suara (voice note), pesan video, animasi gif, dan stiker. Kamu juga bisa install chat untuk ngeshare video Youtube, lagu Spotify, info lokasi dan masih banyak lagi. Viber juga mendukung panggilan audio dan video.

Pesan yang ada di Viber juga memiliki fitur menghapus otomatis. Viber juga memiliki fitur kontak yang bisa membantu kamu memverifikasi identitas peserta chat yang lain dengan cara menggunakan password. Viber akan menampilkan status kamu apakah sedang online atau tidak, seperti halnya Facebook messenger, tetapi kamu dapat menonaktifkan ini jika kamu mau menyembunyikan status kamu. Kamu juga dapat menonaktifkan tanda terima baca, menyembunyikan percakapan, dan mengunci pesan dengan kode PIN. Viber tersedia di Android dan iOS, yang dapat disinkronkan ke desktop Windows atau Mac Anda.

Telegram Messenger

Bosan dengan WhatsApp? Ini beberapa aplikasi alternatif yang bisa kamu gunakan

Sama seperti aplikasi yang lain, Telegram juga menyediakan pengaturan yang bisa menghapus pesan secara otomatis. Aplikasi ini juga mendukung pesan grup yang dapat menyertakan hingga 200.000 orang dalam satu utas obrolan.

Telegram yang berbasis cloud ini menyatakan bahwa aplikasinya dapat mengirim pesan lebih cepat dibandingkan aplikasi lainnya. Hal ini juga berarti bahwa kamu bisa menyinkronkan pesan di semua perangkat kamu, ditambah lagi kamu akan mendapatkan penyimpanan tanpa batas untuk semua media yang kamu share. Telegram tersedia untuk Android, iOS, Windows Phone, desktop Windows, Linux (keduanya 32 dan 64-bit), macOS dan juga menawarkan versi web asli aplikasi.

GroupMe

Bosan dengan WhatsApp? Ini beberapa aplikasi alternatif yang bisa kamu gunakan

Seperti namanya, GroupMe adalah layanan aplikasi chat yang menyediakan obrolan lintas platform.  Aplikasi ini dibawah kepemilikan Skype (yang dimiliki oleh Microsoft), jadi ini bukan open-source seperti aplikasi lainnya. Aplikasi ini juga tidak terlalu memiliki fitur pengamanan seperti aplikasi yang lain. Meski begitu, GroupMe dibuat untuk fokus kepada grup chat dan untuk seru-seruan di platform ini.

GroupMe juga dapat mengirim video, foto, dan dokumen yang bisa kamu lihat di mode galeri yang akan ada di grup history. Nggak hanya itu, di aplikasi ini kamu juga bisa membagikan lokasi. Ada aplikasi Android, iOS, dan Windows GroupMe, dan klien obrolan berbasis web. Namun, ada juga versi GroupMe berbasis SMS yang dapat Anda gunakan tanpa memerlukan aplikasi — atau bahkan smartphone.

Mitos Dari Tatapan‘SIhir’ Mona Lisa

Mona lisa

Sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita dalam lukisan Leonardo da Vinci yang paling terkenal tampaknya menatappengunjung, mengikuti mereka dengan matanya kemanapun mereka berdiri di ruangan tersebut.

Namun pengetahuan umum tersebut ternyata salah loh. Mata wanita dalam “Mona Lisa” tidak ‘menghantui’ kamu sama sekali.

Mitos Dari Tatapan‘SIhir’ Mona Lisa

Sebuah studi baru menemukan bahwa wanita dalam lukisan terkenal itu melihat pada sudut yang berjarak 15,4 derajat di sebelah kanan pengunjung- jauh di luar jangkauan yang biasanya dirasakan orang ketika mereka berpikir seseorang melihat langsung ke arah mereka. Dengan kata lain, kata penulis studi, Gernot Horstmann, seorang psikolog perseptual Universitas Bielefeld di Jerman, “Dia tidak memandangmu.” [Dalam Foto: ‘Mona Lisa’ karya Leonardo Da Vinci]

“Efek Mona Lisa” yang keliru

Sedikit ironis, seluruh fenomena tatapan seseorang dalam foto atau lukisan yang tampaknya mengikuti pengunjung disebut “efek Mona Lisa.” Efek itu benar-benar nyata, kata Horstmann. Jika seseorang diilustrasikan atau difoto menatap lurus ke depan, bahkan orang yang melihat dari sampingpun akan merasa mereka sedang dilihat. Selama sudut tatapan orang tersebut tidak lebih dari 5 derajat ke kedua sisi, efek Mona Lisa pun terjadi.

Mitos Dari Tatapan‘SIhir’ Mona Lisa
“Mona Lisa” karya Leonardo Da Vinci menarik perhatian banyak orang di Museum Louvre di Paris.
Kredit: Shutterstock

Satu hal penting untuk interaksi manusia dengan karakter lukisan adalah jika kita ingin seseorang pergi ke sisi kanan ruangan untuk merasa bahwa seseorang di lukisan menatapnya, kata Horstmann, jangan memotong pandangan karakter ke sisi tersebut. Namun yang akan mengejutkan, dengan melakukan hal tersebut akan membuat pengunjung tidak merasakan bahwa lukisan tersebut ‘menghantuinya’. Sebaliknya, kamu akan melihat terus kedepan!

Horstmann dan rekan penulisnya, ilmuwan komputer Sebastian Loth, juga dari Universitas Bielefeld, sedang mempelajari efek ini untuk mengaplikasikannya dalam penciptaan avatar kecerdasan ketika Horstmann memandang panjang-lebar pada “Mona Lisa” dan menyadari sesuatu.

“Aku mulai berpikir, ‘Tunggu, dia tidak memandangku,'” katanya.

Untuk memastikan bahwa itu bukan hanya dia, para peneliti meminta 24 orang untuk melihat gambar “Mona Lisa” di layar komputer. Mereka mengatur penggaris antara pengamatdan layar dan meminta peserta untuk mencatat nomor mana pada penggaris yang memotong pandangan Mona Lisa.

Untuk menguji apakah ciri-ciri lain lukisan itu membuat perbedaan dalam cara pandangan yang dirasakan oleh pengunjung, para peneliti mengubah zoom pada gambar, mengubah apakah mata dan hidung wanita atau seluruh kepala terlihat. Untuk menghitung sudut tatapan Mona Lisa ketika dia melihat ke arah penonton, mereka memindahkan penggaris lebih jauh atau lebih dekat ke layar melalui ruang kerja. Hal ini memberikan mereka dua poin untuk dikerjakan, sehingga memungkinkan untuk menghitung sudut dengan tepat.

Kalau menurut kamu gimana?

Mau Berkontribusi Untuk Memunahkan Bumi? Ini Dia Caranya!

Earth

Paul M. Sutter adalah seorang astrofisikawan di The Ohio State University, pembawa acara Ask a Spaceman and Space Radio, dan penulis “Your Place in the Universe” (2018). Sutter menyumbangkan artikel ini untuk Suara Ahli Space.com (Space.com’s Expert Voices) : Op-Ed & Insights.

Para ilmuwan selama berabad-abad telah bermimpi mengendalikan dunia dengan mengancam untuk menghancurkan semua isinya, mulai dari menginginkan kekayaan, kekuasaan dan ketenaran, serta rasa hormat dari rekan-rekan mereka. Menghancurkan planet kita tidak semudah itu loh. Walaupun kita bom berkali-kali, hal tersebut akan sulit.  Nah, kamu mau tau caranya????

Mau Berkontribusi Untuk Memunahkan Bumi? Ini Dia Caranya!
Pemandangan dari satelit DSCOVR tentang gerhana matahari annular 2017 di Amerika Selatan.
Kredit: NASA / SCOVR / EPIC

Langkah 1: Lakukan perhitungan matematika dengan benar

Planet kita disatukan oleh gravitasinya sendiri. Anggap saja seperti seperti bawang besar berbatu. Gravitasi inti terdalam menahan lapisan di atasnya. Kemudian gaya tarik gravitasi gabungan akan membentuk lapisan berikutnya. Berat total mereka mencengkeram lapisan berikutnya memerlukan proses berulang hingga mencakup seluruh kekuatan Bumi memerlukan 5.972 x 10^24 kilogram. Nah dari perumpamaan itu, berarti kamu harus melepaskan satu persatu lapisan bawangjika kamu ingin meledakkan Bumi. Dengan kata lain kita harus mempercepat pelepasan lapisan tersebut bahkan para ilmuan melepaskan banyak bom ke orbit. Dari aktivitas pelepasan lapisan tersebut, maka semakin lemah pula gaya gravitasi antar lapisan.

Langkah 2: Temukan sumber energi

Pada 2013 seluruh umat manusia mengonsumsi 10^20 joule energi yang sangat kecil untuk memberi tenaga pada segala sesuatu yang digunakan manusia: api untuk membakar kayu, mesin, jam alarm, TV dan lain-lain. Anda perlu waktu satu triliun tahun mengumpulkan energi yang cukup untuk sepenuhnya membelah Bumi. Jika Anda ingin dianggap sebagai ilmuwan gila yang mengancam, Anda perlu rencana baru. Bagaimanapun, matahari kita akan terbakar hanya dalam 5 miliar tahun, dan tidak akan ada gunanya menghancurkan Bumi setelah itu, bukan?

Bagaimana dengan matahari? Matahari itu besar dan cerah, dan memancarkan banyak energi. Setiap detik setiap hari, bintang mengambil sekitar 4 juta ton hidrogen, menggabungkannya menjadi helium dan melepaskan energi dalam bentuk radiasi. Radiasi itu lolos (akhirnya) dan meledak melalui ruang. Ada banyak energi dari matahari … tetapi apakah itu cukup?

Langkah 3: Menunggu

Jika kita melapisi seluruh permukaan bumi dalam panel surya, untuk menyerap 100 persen dari semua radiasi memerlukan 18 juta tahun untuk mengumpulkan energi yang cukup untuk melepaskan ikatan planet kita. Itu jelas merupakan langkah signifikan dari triliunan tahun yang dibutuhkan dengan mengandalkan sumber energi buatan manusia, tetapi itu masih cukup lama.

Hanya sebagian kecil dari energi matahari yang menghantam Bumi. Bagaimana jika kita dapat menyerap semua energi matahari ya?? Kamu cuma perlu satu minggu!

Kecuali, jika Anda cukup praktis untuk membangun perangkat yang mengumpulkan semua energi matahari. Nah, pertanyaannya, apa yang masih Anda lakukan sekarang di Bumi?

Gunung Andes meninggi karena adanya dua ledakan

mountain

Jauh dari proses pendakian yang lancar, formasi gunung Andes sedang meledak. Studi baru menemukan bahwa aktivitas gunung tersebut kembali aktif dan mengguncang pesisir barat Amerika Selatan.

Peneliti membuat penemuan dengan mempelajari sisa-sisa lempeng tektonik benua yang terkubur dan hasilnya sangat mengejutkan.

Gunung Andes meninggi karena adanya dua ledakan
Cuernos del Paine di Chili adalah bagian dari jajaran Pegunungan Andes.
Credit: Shutterstock

Andes yang menjadi jajaran pegunungan terpanjang di dunia dengan panjang 7.000 kilometer ini ternyata tidak terbentuk seperti apa yang para ilmuwan pikirkan. Sebelumnya, para ahli geologi berpendapat bahwa lempeng samudera Nazca, yang terletak di bawah Samudra Pasifik bagian timur terus-menerus tergelincir ke bawah Amerika Selatan yang membuat daratan naik dan akhirnya menciptakan Andes yang menjulang tinggi. [Foto: Pegunungan Tertinggi di Dunia]

“Formasi gunung Andes telah lama menjadi paradigma lempengan tektonik”, ujar Jonny Wu, asisten dosen geologi di Universitas Houston.

Tetapi, setelah mempelajari sisa-sisa bawah tanah lempeng samudera Nazca yang berada sekitar 900 mil (1.500 kilometer) di bawah tanah, para peneliti menemukan bahwa lempengan tersebut tidak melalui subduksi yang baik dan terus menerus. Sebaliknya, peneliti menyebutkan bahwa lempeng Nazca terkadang dihilangkan dari pinggiran Andes yang menyebabkan aktivitas vulkanik.

Untuk memastikannya, para ilmuwan memantau aktivitas vulkanik di sepanjang batas tersebut.

“Kami dapat menguji model ini dengan melihat pola lebih dari 14.000 catatan vulkanik di sepanjang Andes”, ujar Wu.

Petunjuk bawah tanah

Sisa-sisa lempeng Nazca ternyata berada di bawah tanah, jadi bagaimana para ilmuwan menelitinya?

Ketika lempeng tektonik bergerak ke bawah tanah, mereka tenggelam ke inti bumi. Tapi, lempeng yang tenggelam ini mempertahankan bentuknya. Peneliti menyatakan, dalam kasus lempeng Nazca lebih dari 3.400 mil (5.500 kilometer) litosfer, bagian luar, kerak bumi, hilang pada mantel.

Para ilmuwan dapat menggambarkan lempengan ini menggunakan data yang dikumpulkan dari gelombang gempa bumi.

“Kami telah berusaha untuk kembali ke masa lalu dengan lebih akurat daripada yang pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Ini telah menghasilkan lebih banyak data dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Dalam kasus penelitian ini, setelah menganalisa sisa-sisa tektonik bawah tanah, para peneliti dapat mengumpulkan data bagaimana Andes terbentuk.

Lempeng Nazca yang menubruk menghantam zona transisi, atau lapisan terputus-putus di mantel yang memperlambat gerakan lempeng dan menyebabkan penumpukan di atasnya.

Peneliti mengatakan model yang mereka miliki menunjukkan bahwa fase arus subduksi Nazca mulai terjadi di Peru, selama periode Cretaceous akhir (sekitar 80 juta tahun yang lalu). Kemudian, subduksi bergerak ke selatan mencapai Andes selatan di Chili sekitar 55 juta tahun yang lalu.

“Jadi, bertentangan dengan paradigma saat ini, subduksi Nazca belum sepenuhnya berlanjut sejak Mesozoikum, tetapi sebaliknya termasuk fase divergen episodik”, tulis para peneliti dalam penelitian ini.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 23 Januari di jurnal Nature.

Apakah Alien itu ada? Alat SETI terbaru dapat melacak keberadaan Alien

Apakah Alien itu ada? Alat SETI terbaru dapat melacak keberadaan Alien

Dengan penelitian tentang kehidupan makhluk luar angkasa yang terus berlanjut di seluruh dunia, para peneliti dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) institute meluncurkan alat baru untuk membantu para peneliti melacak hasil hasil penemuan tersebut.

Jill Tarter, salah satu pendiri lembaga yang menginspirasi karakter fiksi Ellie Arroway dalam novel Carl Sagan “Contact” (yang kemudian menjadi film 1997), memimpin pengembangan alat web yang baru dirilis yang disebut Technosearch. Database ini mencakup semua penemuan SETI dari tahun 1960 hingga sekarang. Kamu bisa melihat databasenya secara online di https://technosearch.seti.org/.

Pada 9 Januari ketika database tersebut diluncurkan, perwakilan SETI mengatakan bahwa mereka berharap komunitas SETI dapat bekerja bersama untuk membantu Technosearch lebih akurat dan up to date. Alat ini ditujukan untuk untuk mengatasi kebutuhan yang berkelanjutan di masyarakat untuk sumber daya yang mewakili ratusan pencarian yang dilakukan di langit.

Apakah Alien itu ada? Alat SETI terbaru dapat melacak keberadaan Alien
The Allen Telescope Array digunakan oleh institut SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) untuk mencari sinyal alien.

Tarter mengatakan bahwa ia telah memulai menyimpan data pencarian ini sejak lulus kuliah sarjana. “Beberapa makalah asli telah dipresentasikan di konferensi ataupun telah muncul di banyak jurnal yang mana akan sulit diakses oleh pendatang baru di bidang SETI. Saya sangat senang bahwa sekarang kita memiliki alat yang bisa digunakan untuk seluruh komunitas”, ujarnya.

Technosearch dikembangkan dengan berkolaborasi dengan intern Research Experience for Undergraduates (REU), yang bekerja dibawah Jason Wright- seorang peneliti bintang dan exoplanet di Penn State University. Salah satu murid REU, Andrew Garcia, mengatakan bahwa alat tersebut akan memainkan peran besar dalam SETI.

“Saya yakin bahwa Technosearch akan menjadi sebuah instrumen yang penting untuk para ahli astronomi dan pemula yang tertarik mengeksplorasi kosmos untuk indikasi peradaban teknologi lainnya”, ujar Garcia.

Technosearch sendiri telah dirilis pada tanggal 9 Januari pada pertemuan ke-223 American Astronomical Society.

Ilmuwan mengeruk lubang paling dalam di Antartika

antractica

Ilmuwan ternyata tidak mencoba memecahkan rekor dunia ketika mereka mengeruk lubang paling dalam di Antartika.

Berdasarkan pernyataan British Antartic Survey, dengan melihat di bawah lapisan es, mereka berharap akan lebih bisa memprediksi bagaimana area tersebut dapat merespon perubahan cuaca di beberapa tahun yang akan datang.

Ilmuwan mengeruk lubang paling dalam di Antartika
Credit: Shutterstock

Ilmuwan telah merencanakan proyek bernama BEAMISH (Bed Access, Monitoring, and Ice Sheet History) 20 tahun belakangan ini. Pada 8 Januari, setelah 63 jam pengerukan yang berkelanjutan menggunakan hot-water drill (alat yang dapat mencairkan es), mereka memecahkan dasar aliran es Rutford di Antartika Barat.

Tim mencapai kedalaman 7,060 kaki (2,152 meter) dan memasukkan instrumen melalui lubang untuk mencatat tekanan air, suhu es, dan pengukuran seberapa banyak es telah berubah bentuk.

Ilmuwan mengeruk lubang paling dalam di Antartika

Baik Antarctika dan lapisan es kutub planet kita yang lain yaitu Greenland, telah mencair dengan tingkat kecepatan yang semakin tinggi karena pemanasan global. Tapi, para ilmuwan masih belum yakin apa yang harus dihadapi di masa yang akan datang, dalam hal seberapa banyak es yang akan mencair dan bagaimana kontribusinya pada kenaikan permukaan laut.

Dengan mengeruk dalam, tim berharap untuk mengetahui seberapa jauh lapisan es Antartika terakhir kali menghilang dan bagaimana air dan  endapan dapat mendorong pergerakan es menuju laut, berdasarkan website proyek tersebut. (Aliran es seperti sungai beku di mana es bergerak lebih cepat dari daratan).

Tim melakukan pengerukan lubang kedua pada  22 Januari dan proyek tersebut diharapkan akan berlanjut hingga pertengahan Februari.

Gambaran Cermin Alam Semesta Telah Ada Sebelum Big Bang

big bang

Seperti gunung yang menjulang tinggi di atas danau yang tenang, tampaknya alam semesta pernah memiliki citra cermin yang sempurna. Itulah kesimpulan yang dicapai tim ilmuwan Kanada setelah mengekstrapolasi hukum alam semesta sebelum dan sesudah Big Bang (Ledakan Dahsyat).

Fisikawan memiliki gagasan yang cukup bagus mengenai struktur alam semesta hanya beberapa detik setelah Big Bang bergerak maju hingga hari ini. Dalam banyak hal, fisika fundamental kemudian bekerja seperti sekarang. Tapi para ahli telah berdebat selama beberapa dekade mengenai apa yang terjadi pada momen pertama – ketika setitik kecil materi padat yang tak terbatas meluas ke luar- sering kali dianggap bahwa fisika telah diubah.

A Mirror Image of Our Universe May Have Existed Before the Big Bang
Puncak Gunung bersinar di bawah sinar bulan.
Kredit: Shutterstock

Peneliti Latham Boyle, Kieran Finn dan Neil Turok di Perimeter Institute for Theoretical Physics di Waterloo, Ontario, telah mengubah gagasan ini dengan mengasumsikan bahwa alam semesta selalu simetris dan sederhana secara fundamental, kemudian secara matematis mengekstrapolasi ke dalam momen pertama setelah Big Bang. [Big Bang to Civilization: 10 Peristiwa Asal yang Menakjubkan]

Hal itu membuat mereka mengusulkan bahwa alam semesta sebelumnya merupakan bayangan cermin dari dunia kita saat ini, kecuali dengan fakta bahwa semuanya terbalik. Waktu berjalan mundur dan partikel adalah anti partikel. Ini bukan pertama kalinya fisikawan membayangkan alam semesta lain sebelum Big Bang, tetapi mereka selalu dipandang sebagai alam semesta yang terpisah seperti halnya alam semesta kita sendiri.

“Alih-alih mengatakan ada alam semesta yang berbeda sebelum letusan,” Turok mengatakan kepada Live Science, “kami mengatakan bahwa alam semesta sebelum letusan sebenarnya, dalam beberapa hal, sebuah gambar alam semesta setelah letusan.”

Gambaran Cermin Alam Semesta Telah Ada Sebelum Big Bang

“Hal ini seperti alam semesta kita hari ini tercermin melalui Big Bang. Periode sebelum alam semesta benar-benar merupakan refleksi melalui ledakan itu,” kata Boyle.

Bayangkan seperti memecahkan telur di alam semesta yang anti ini. Pertama, itu akan dibuat seluruhnya dari antiproton bermuatan negatif dan anti-elektron bermuatan positif. Kedua, dari sudut pandang kami dalam waktu, tampaknya akan berubah dari genangan kuning telur yang tidak pecah menjadi bagian dalam ayam. Demikian pula,alam semesta akan berubah dari meledak ke luar menjadi singularitas Big Bang dan kemudian meledak ke alam semesta kita.

Namun dilihat dari cara lain, kedua alam semesta diciptakan pada Big Bang dan meledak bersamaan mundur dan maju dalam waktu. Dikotomi ini memungkinkan beberapa penjelasan kreatif untuk masalah yang telah membingungkan fisikawan selama bertahun-tahun. Untuk satu, itu akan membuat kedua pertama dari alam semesta cukup sederhana, menghilangkan perlunya multiverse dan dimensi aneh yang telah digunakan para ahli selama tiga dekade untuk menjelaskan beberapa aspek lengket fisika kuantum dan Model Standar, yang menggambarkan kebun binatang partikel subatom yang membentuk alam semesta kita.

Gambaran Cermin Alam Semesta Telah Ada Sebelum Big Bang

“Para ahli teori menemukan teori-teori besar yang menyatu dan memiliki ratusan partikel baru, yang tidak pernah diamati-supersimetri, teori string dengan dimensi tambahan, teori multiverse. Orang-orang pada dasarnya terus menciptakan hal baru. Tidak ada bukti pengamatan yang muncul untuk semua itu,” kata Turok.[5 Partikel Sulit di Luar Higgs| Fisika Kuantum]

Demikian pula, teori ini akan menawarkan penjelasan yang jauh lebih sederhana untuk hal-hal yang masih belum jelas, kata Boyle.

“Tiba-tiba, ketika Anda mengambil pandangan simetris, ruang/waktu yang diperluas,” kata Boyle kepada Live Science, “salah satu partikel yang telah kita pikir ada yang disebut neutrino tangan kanan — menjadi suatu masalah penting. Dan Anda tidak perlu meminta partikel lain yang lebih spekulatif.” (Boyle mengacu pada neutrino steril yang teoretis, yang akan melewati materi biasa tanpa berinteraksi sama sekali.)

Para ilmuwan mengatakan teori baru ini tumbuh akibat ketidakpuasan terhadap add-ons aneh yang diajukan oleh fisikawan dalam beberapa tahun terakhir. Turok sendiri membantu mengembangkan penjelasan, tetapi merasakan keinginan yang dalam untuk penjelasan sederhana tentang alam semesta dan Big Bang. Mereka juga mengatakan teori baru ini bermanfaat untuk diuji. Hal ini akan sangat penting dalam menyakinkan orang-orang.

“Jika seseorang dapat menemukan versi yang lebih sederhana dari sejarah alam semesta daripada yang sudah ada, maka itu sebuah kemajuan. Bukan berarti itu benar, tetapi itu layak untuk dilihat,” kata Sean Carroll, seorang kosmolog di California Institute of Technology yang dikutip dalam makalah tetapi tidak terlibat dalam penelitian. Dia menunjukkan bahwa masalah penting saat ini — partikel masif yang berinteraksi lemah, atau WIMP — belum ditemukan dan mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan opsi lain, termasuk kemungkinan neutrino tangan kanan yang disebutkan Boyle. Tapi, katanya koran itu “spekulatif.”

Gambaran Cermin Alam Semesta Telah Ada Sebelum Big Bang

Tim Kanada memahami hal ini dan mereka akan menggunakan model untuk mengusulkan elemen yang terukur dan dapat diuji untuk melihat apakah mereka benar. Sebagai contoh, model mereka memprediksi neutrino paling ringan harus benar-benar tanpa massa sama sekali. Jika mereka benar, itu mungkin membentuk pola pikir bagaimana kita melihat alam semesta.

“Sangat dramatis. Ini benar-benar bertentangan dengan cara fisika berjalan selama 30 tahun terakhir, termasuk oleh kita,” kata Turok. “Kami benar-benar bertanya pada diri sendiri, apakah bisa hal ini lebih disederhanakan lagi?”

Robot Pengidentifikasi Wanita yang memiliki kanker

cancer detector

Robot ini dapat mengidentifikasi pasien sehingga dapat memperoleh perawatan intensif lebih cepat, seperti kemoterapi.

Kecerdasan buatan mampu mengidentifikasi wanita pengidap kanker berisiko tinggi sehingga dapat meningkatkan persentase kesembuhan.

Sebuah robot berhasil memperlihatkan beribu-ribu scan tumor yang terlalu rumit untuk dilihat oleh dokter.

Hal tersebut bisa membantu pasien untuk mendapatkan perawatan intensif, seperti kemoterapi.

The Institute of Cancer Research di London membuat alat yang dapat melihat 150 juta sel dari wanita yang terserang kanker rahim.

Robot Pengidentifikasi Wanita yang memiliki kanker

Alat tersebut juga dapat mendeteksi sel tumor dengan nukleus cacat, yang memiliki kelemahan tersembunyi dalam mengganti DNA. Berarti, mereka lebih bisa menyembunyikan sel dari perlindungan imun tubuh.

Hanya 15% wanita dengan nuclei yang masih hidup 5 tahun kemudian, dibandingkan dengan 53% pasien lain dengan penyakit yang sama.

Meskipun begitu, tumor sangat rentan terhadap obat bernama PARP inhibitors atau kemoterapi platinum, yang mana menargetkan kerusakan perbaikan DNA. Ketua ICR, Prof Paul Workman mengatakan: “Dengan menggunakan AI untuk menganalisis sampel biopsi yang diambil secara rutin, hal tersebut memungkinkan untuk memperlihatkan petunjuk visual tentang seberapa agresif kanker rahim tersebut.”

Robot Pengidentifikasi Wanita yang memiliki kanker

“Hal yang membuat tes ini lebih menarik lagi adalah kegunaannya yang dapat memberikan pilihan baru bagi para wanita dengan tumornya yang memiliki kelemahan dalam perbaikan DNA”

Sekitar 7.000 wanita Inggris didiagnosa kanker rahim setiap tahunnya. Penyakit tersebut adalah salah satu penyakit dengan tingkat keselamatan terendah yaitu sebesar 35% pasien yang selamat dapat hidup 10 tahun setelah didiagnosa.

Seorang Remaja Asal Perancis Mengubah Dan Menyuntikkan Alkitab dan Al-Quran Ke Tubuhnya

dna

Seorang remaja asal Perancis menyalin bagian-bagian Kitab Ibrani dan Al-Quran ke dalam DNA dan menyuntikkan setiap satu teks ke pahanya.

Seorang Remaja Asal Perancis Mengubah Dan Menyuntikkan Alkitab dan Al-Quran Ke Tubuhnya
Credit: Shutterstock

Adrien Locatelli, siswa sekolah menengah berusia 16 tahun memposting sebuah makalah di server OS pada 3 Desember tahun lalu dan mengklaim bahwa ini adalah pertama kalinya seseorang menyuntikkan dirinya makromolekul yang dikembangkan dari sebuah teks.

Locatelli, seorang pelajar yang mengenyam pendidikan di sekolah asrama Lycée les Eaux Claires di Grenoble, Perancis, mengatakan kepada Live Science bahwa ia tidak memerlukan peralatan khusus untuk proyeknya.

“Saya hanya perlu membeli larutan garam dan jarum suntik karena VectorBuilder mengirimi saya cairan dan ProteoGenix mengirimi saya bubuk,” katanya kepada Live Science.

VectorBuilder adalah perusahaan yang menciptakan virus yang dapat menyelundupkan untaian DNA ke dalam sel untuk keperluan pengeditan gen. ProteoGenix mensintesis, antara lain untaian DNA khusus. Kedua perusahaan umumnya melayani ilmuwan, tetapi produk mereka tersedia untuk siapa saja yang ingin membelinya.

Jika kita lihat, teks yang disuntikkan tidak terlalu banyak. DNA hanyalah molekul panjang yang dapat menyimpan beragam informasi yang digunakan makhluk hidup untuk menjalankan kehidupan mereka dan juga informasi yang dapat ditulis.

Untuk beberapa orang yang paham, metode Locatelli dalam menerjemahkan teks menjadi DNA sangatlah mudah. DNA mengkodekan informasinya menggunakan string berulang dari empat nukleotida, yang biasanya disingkat oleh para ilmuwan sebagai A, G, T, dan C. Locatelli menyejajarkan setiap huruf dari huruf Ibrani dan Arab (yang berhubungan erat satu sama lain) dengan nukleotida, sehingga masing-masing nukleotida mewakili lebih dari satu huruf. Jadi jika kita menulis kalimat Ibrani menggunakan skemanya, setiap aleph, vav, yud, nun, tsade, dan tav akan menjadi G. Setiap dalet, khet, ayin, dan resh akan menjadi T, begitu seterusnya.

Jelas, bagi Locatelli ini adalah ide yang bagus.

“Saya melakukan percobaan ini untuk simbol perdamaian antara agama dan sains,” katanya, sambil menambahkan, “Saya pikir bagi orang yang religius, lebih baik menyuntikkan sendiri teks agamanya.”

Seorang Remaja Asal Perancis Mengubah Dan Menyuntikkan Alkitab dan Al-Quran Ke Tubuhnya

Locatelli mengatakan dia tidak mengalami masalah kesehatan yang signifikan setelah penyuntikan tersebut, meskipun dia melaporkan adanya beberapa “peradangan kecil” di sekitar tempat suntikan di paha kirinya selama beberapa hari.
Hal ini hanya komplikasi minimal sesuai dengan apa yang dikatakan Sriram Kosuri, seorang profesor biokimia di UCLA, kepada Live Science.

“[Teks yang disuntikkan] tidak mungkin beresiko apapun kecuali reaksi alergi. Saya juga tidak tahu seberapa besar kemungkinan vektor rAAV untuk membuat virus, mengingat cara dia menyuntiknya. Sejujurnya saya tidak cukup tahu tentang vektor yang dia gunakan dan bagaimana dia melakukannya (detailnya langka), “tulisnya dalam sebuah pesan.

Berkat Cina, Kini Ada Tumbuhan dan Hewan di Bulan

moon

Pesawat luar angkasa Chang’e-4 China mendarat di sisi jauh bulan (3 Januari waktu Beijing, 2 Januari waktu AS), dan ternyata menemukan makhluk hidup di dalamnya.

Berkat Cina, Kini Ada Tumbuhan dan Hewan di Bulan
Apakah bulan benar-benar “nyonya yang kasar?”

Credit: World Perspectives/Getty Images

“Timah” kecil di pesawat luar angkasa berisi benih kentang dan selada (Arabidopsis thaliana, tanaman berbunga yang sejenis dengan kubis dan sawi), serta telur ulat sutera.

Menurut laporan The Telegraph awal tahun ini, ide awalnya adalah tanaman akan menyokong hidup ulat sutera dengan oksigen dan ulat sutera akan menyediakan tanaman dengan karbon dioksida dan nutrisi yang diperlukan melalui kotoran mereka. Para peneliti akan mengamati tanaman dengan hati-hati untuk melihat apakah tanaman tersebut berhasil melakukan fotosintesis, tumbuh dan berbunga di lingkungan bulan.

“Kami  ingin mempelajari proses respirasi benih dan fotosintesis di bulan,” ungkap Xie Gengxin, kepala perancang eksperimen, kepada Xinhua, sebuah kantor berita yang dikelola pemerintah Cina. [Lihat Gambar Misi Bulan dalam 3D (Foto)]

Berkat Cina, Kini Ada Tumbuhan dan Hewan di Bulan

Menurut Xinhua, Eksperimen “biosfer” ini merupakan produk kolaborasi dari 28 universitas di Cina yang dipimpin oleh Universitas Chongqing. Eksperimen itu dilakukan dalam tabung paduan aluminium 0.8 liter yang beratnya sekitar 3 kilogram termasuk kotoran, nutrisi dan air. Sinar matahari akan menyaring ke dalam wadah melalui “tabung,” dan kamera kecil akan terpasang dan merekam perkembangan eksperimen itu. Datanya kemudian akan dikirim kembali ke bumi melalui sistem relai yang rumit yang telah disiapkan oleh Cina.

“Mengapa harus kentang dan Selada? Karena periode pertumbuhan Selada pendek dan mudah untuk diamati. Sementara kentang bisa menjadi sumber makanan utama bagi traveller luar angkasa di masa depan,” kata Liu Hanlong, Direktur Utama eksperimen dan Wakil Presiden Universitas Chongqing, seperti dilansir Xinhua. “Eksperimen kami mungkin membantu mengumpulkan pengetahuan untuk membangun basis dan tempat tinggal jangka panjang di bulan.”

Berkat Cina, Kini Ada Tumbuhan dan Hewan di Bulan

Selada telah tumbuh di luar angkasa sebelumnya, termasuk dalam satu eksperimen di International Space Station yang menunjukkan bahwa daun tanaman tampak mekar dan berjatuhan ketika dedaunan itu mendeteksi gravitasi bulan. Yang masih menjadi pertanyaan adalah, apakah tanaman berbunga akan tumbuh subur di lingkungan sisi yang jauh dari bulan.

Setidaknya untuk saat ini, kita mengetahui bahwa ada kehidupan di salah satu tempat di tata surya (walaupun karena kita menaruhnya di sana).