Kita mengagumi ide-ide yang kita miliki. Kita peduli, memikirkannya bahkan bisa sampai terobsesi dengan itu. Kita tahu satu ide dapat mengubah hidup kita.
Tapi pertama-tama, mari kita bahas kenyataannya:
Ide yang kamu miliki mungkin tidak sebagus yang kamu pikirkan
Ini bukan bermaksud menghina, tapi ini adalah pengamatan terhadap pola pikir kreatif.
Semakin kamu memikirkan idemu, maka kamu akan semakin tidak tahu tentang kenaifanmu. Sebuah ide di dunia nyata terlihat jauh lebih seksi daripada yang ada dpiikiranmu.
Teman saya pernah bercerita tentang novel yang ingin ia tulis, katanya:
“Saya tidak ingin merusak kemurnian cerita ini hanya karena terburu-buru.”
Kedengarannya masuk akal, bukan? Tapi dia memberitahuku itu lima tahun lalu dan sampai saat ini, ia masih belum menyelesaikan Bab Satu.
Saya benci ketika netizen mengatakan “mulai saja dulu!”, sementara Kita sama-sama tahu bahwa itu tidak segampang mengucapkannya.
Selama dua tahun terakhir, saya telah menerbitkan lebih dari 500 postingan di berbagai platform. Beberapa jelek dan beberapa memang bagus.
Semuanya dimulai sebagai ide.
Berikut adalah beberapa strategi yang terus membantu saya:
A) Segera Hancurkan Semuanya
Sudah menjadi ego manusia yang percaya bahwa apa pun yang keluar dari pikiran kita harus langsung sempurna.
Biasanya, Seniman memiliki masalah ini – kami mencoba memilah-milah ide-ide yang samar.
Saya suka apa yang dikatakan Ira Glass:
“Seleramu yang membuat pekerjaanmu mengecewakanmu.”
Butuh beberapa saat untuk sampai ke titik di mana kamu sedikit puas dengan pekerjaanmu. Bahkan kemudian, kamu akan menghabiskan berjam-jam melakukan dan kembali melakukan ide itu, dan ingin itu menjadi “tepat.”
P.s. Yakinlah, itu tidak akan pernah “tepat”
B) Mati bagiku
Orang kadang mengatakan:
“Saya suka postinganmu yang membahas tentang kepercayaan diri!”
Saya cenderung mengatakan:
“Terimakasih… Emang apa yang aku katakan?”
Setiap ide memiliki paradoks yang aneh. Ketika sebuah ide baru muncul maka kita terus menerus memikirkannya. Setelah ide menjadi kenyataan, seketika hal tersebut tidak berarti lagi bagi kita.
Tuangkan seluruh hati, jiwa dan ragamu ke dalam idemu.
C) Percaya
Ide-idemu layak diimplementasikan.
Perlu kamu ketahui, budaya saat ini sering membuat kita merasa tidak berarti.
Saya memberi tahumu hal itu supaya kamu dapat selalu mengingatnya. Kamu bisa menuliskannya, menempelkannya di cerminmu, dan membacanya saat kamu merasa terpuruk.
D) Membagi-bagi Ide menjadi lebih detail
Setiap November, sekitar setengah juta orang antri untuk hal yang hanya bisa digambarkan sebagai uji coba artistik.
NaNoWriMo — National Novel Writing Month atau Bulan Menulis Novel Nasional adalah program dimana kamu dapat menulis novel lengkap dalam 30 hari.
Inilah caranya mengapa hal itu dapat bekerja:
Tujuan utama “Saya ingin menulis novel” dan pembuatan novel umumnya direncanakan dengan berbagai bentuk dan ukuran – berapa lama seharusnya selesai? Genre? Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk mengerjakannya?
Program ini telah tumbuh secara eksponensial terutama karena tujuan dan sub-tujuan yang jelas.
Tujuan: 50.000 kata – dengan akhir yang konkret dan terukur.
Sub-tujuan: 1,667 kata per hari – jika kamu mencapai hal ini setiap hari, maka kamu melebihi target. Jika kamu tidak bisa mencapainya maka kamu akan tertinggal.
Ketika kamu memecah-mecah idemu, maka langkah pertama akan sangat mudah.



































