Apakah kamu mengabaikan pasanganmu? Coba cara mudah ini untuk kembali akur.
Kebanyakan orang tahu bahwa mereka harus melakukan usaha berkelanjutan untuk menjaga hubungan mereka dengan pasangan mereka. Namun, ketika kamu sibuk, kamu begitu mudah untuk mengorbankan kehidupan rumah tanggamu. Jika kamu belum berusaha keras akhir-akhir ini, berikut adalah beberapa ide untuk mempererat hubunganmu dan pasangan.
Sumber: Prostock-studio/Shutterstock
1. Ambil alih pekerjaan yang biasanya dilakukan pasanganmu.
Ambil alihlah apapun yang harusnya dilakukan bersama, namun saat ini dilakukan oleh pasanganmu! Misalnya, untuk urusan mengisi bahan bakar mobil, pasanganmu yang selama ini selalu melakukannya. Supaya lebih bermanfaat, mungkin kamu dapat mengambil alih tugas yang mengharuskan pasanganmu untuk memonitor barang (contohnya dalam hal memonitor tingkat bahan bakar mobil). Beri tahu pasanganmu bahwa kamu dengan senang hati bertanggung jawab atas tugas tersebut.
Mungkin tugas yang kamu ambil alih adalah hal kecil, namun ini bisa menjadi perlakuan istimewa bagi pasanganmu. Contohnya: Keluarga saya memesan roti gulung yang kami sukai dari Whole Foods Market lokal setiap beberapa minggu dan kemudian membekukannya untuk dapat dikonsumsi beberapa waktu ke depan. Sebelumnya saya yang bertugas untuk mengecek stok dan mengisi ulang. Namun, pasangan saya mengambil alih tugas ini dan itu membuat saya sangat senang.
2. Bermain Non-Elektrik Game
Bermain game bersama keluarga membuat semua meninggalkan gadget dan secara emosional dapat terlibat satu sama lain. Kamu mungkin berpikir tidak akan menyukainya, namun bisa jadi permainan seperti ini akan menyenangkan. Saran: kamu dapat memilih permainan yang menggunakan papan atau permainan dalam ruangan lainnya (mis.: Jenga, dominos, Twister) atau permainan luar ruangan (mis., Four Square).
Jika kamu kehabisan ide akan bermain game apa, cobalah mengajari anakmu permainan yang kamu mainkan sewaktu kecil, misalnya main kelereng, rumah-rumahan, boneka dan lainnya.
3. Ciptakan kembali kenangan bahagia.
Banyak pasangan melakukan hal-hal menyenangkan bersama sebelumnya, namun belakangan mungkin jarang melakukannya. Misalnya, mungkin sebelumnya kamu memasak bersama atau melakukan ritual pasangan lainnya yang kamu sukai (seperti membuat brunch bersama di akhir pekan).
Kamu mungkin perlu beradaptasi dengan memori lama agar tidak canggung dengan kehidupan kamu saat ini, seperti menciptakan kembali memori positif dengan liburan.
4. Minati sesuatu yang ada di pikiran pasanganmu.
Apa yang biasanya dilakukan pasanganmu untuk menghabiskan waktu?
Mungkin mengerjakan pekerjaan sampingan
Mungkin orangtuanya sedang tidak sehat dan cemas tentang hal itu.
Mungkin terdapat banyak perubahan yang terjadi di tempat kerja.
Mungkin mereka baru saja menonton serial tayangan televisi.
Cobalah menanyakan apa yang mereka pikirkan. Misalnya, menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Atau mungkin jika orang tuanya memiliki riwayat penyakit, kamu bisa menanyakan, “Bagaimana perawatan baru orang tuamu? Apakah sekarang lebih baik dari yang sebelumnya?”
Kita mengagumi ide-ide yang kita miliki. Kita peduli, memikirkannya bahkan bisa sampai terobsesi dengan itu. Kita tahu satu ide dapat mengubah hidup kita.
Tapi pertama-tama, mari kita bahas kenyataannya:
Ide yang kamu miliki mungkin tidak sebagus yang kamu pikirkan
Ini bukan bermaksud menghina, tapi ini adalah pengamatan terhadap pola pikir kreatif.
Semakin kamu memikirkan idemu, maka kamu akan semakin tidak tahu tentang kenaifanmu. Sebuah ide di dunia nyata terlihat jauh lebih seksi daripada yang ada dpiikiranmu.
Teman saya pernah bercerita tentang novel yang ingin ia tulis, katanya:
“Saya tidak ingin merusak kemurnian cerita ini hanya karena terburu-buru.”
Kedengarannya masuk akal, bukan? Tapi dia memberitahuku itu lima tahun lalu dan sampai saat ini, ia masih belum menyelesaikan Bab Satu.
Saya benci ketika netizen mengatakan “mulai saja dulu!”, sementara Kita sama-sama tahu bahwa itu tidak segampang mengucapkannya.
Selama dua tahun terakhir, saya telah menerbitkan lebih dari 500 postingan di berbagai platform. Beberapa jelek dan beberapa memang bagus.
Semuanya dimulai sebagai ide.
Berikut adalah beberapa strategi yang terus membantu saya:
A) Segera Hancurkan Semuanya
Sudah menjadi ego manusia yang percaya bahwa apa pun yang keluar dari pikiran kita harus langsung sempurna.
Biasanya, Seniman memiliki masalah ini – kami mencoba memilah-milah ide-ide yang samar.
Saya suka apa yang dikatakan Ira Glass:
“Seleramu yang membuat pekerjaanmu mengecewakanmu.”
Butuh beberapa saat untuk sampai ke titik di mana kamu sedikit puas dengan pekerjaanmu. Bahkan kemudian, kamu akan menghabiskan berjam-jam melakukan dan kembali melakukan ide itu, dan ingin itu menjadi “tepat.”
P.s. Yakinlah, itu tidak akan pernah “tepat”
B) Mati bagiku
Orang kadang mengatakan:
“Saya suka postinganmu yang membahas tentang kepercayaan diri!”
Saya cenderung mengatakan:
“Terimakasih… Emang apa yang aku katakan?”
Setiap ide memiliki paradoks yang aneh. Ketika sebuah ide baru muncul maka kita terus menerus memikirkannya. Setelah ide menjadi kenyataan, seketika hal tersebut tidak berarti lagi bagi kita.
Tuangkan seluruh hati, jiwa dan ragamu ke dalam idemu.
C) Percaya
Ide-idemu layak diimplementasikan.
Perlu kamu ketahui, budaya saat ini sering membuat kita merasa tidak berarti.
Saya memberi tahumu hal itu supaya kamu dapat selalu mengingatnya. Kamu bisa menuliskannya, menempelkannya di cerminmu, dan membacanya saat kamu merasa terpuruk.
D) Membagi-bagi Ide menjadi lebih detail
Setiap November, sekitar setengah juta orang antri untuk hal yang hanya bisa digambarkan sebagai uji coba artistik.
NaNoWriMo — National Novel Writing Month atau Bulan Menulis Novel Nasional adalah program dimana kamu dapat menulis novel lengkap dalam 30 hari.
Inilah caranya mengapa hal itu dapat bekerja:
Tujuan utama “Saya ingin menulis novel” dan pembuatan novel umumnya direncanakan dengan berbagai bentuk dan ukuran – berapa lama seharusnya selesai? Genre? Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk mengerjakannya?
Program ini telah tumbuh secara eksponensial terutama karena tujuan dan sub-tujuan yang jelas.
Tujuan: 50.000 kata – dengan akhir yang konkret dan terukur.
Sub-tujuan: 1,667 kata per hari – jika kamu mencapai hal ini setiap hari, maka kamu melebihi target. Jika kamu tidak bisa mencapainya maka kamu akan tertinggal.
Ketika kamu memecah-mecah idemu, maka langkah pertama akan sangat mudah.
Hidup dengan penuh kesibukan dan perasaan stres pun tidak bisa terelakkan. Terkadang, kesibukan pun menjadikan kita lupa terhadap hal-hal penting, misalnya merawat diri hingga mengurus rumah tangga. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa hal tersebut membuat kita merasa kurang termotivasi dan stres. Banyak penulis yang sadar akan hal tersebut dan banyak sekali buku self-help yang berfokus untuk membantu banyak orang. Tapi, yang mana aja sih yang wajib dibaca? Buku-buku ini dikemas untuk membuat hidup kita lebih mudah dilewati melalui langkah-langkah sederhana seperti menerima diri kamu apa adanya dan mencari apa yang kamu butuhkan.
1. Essentialism : The Disciplined Pursuit of Less by Greg McKeown
Dalam buku Essentialism, penulis Greg McKeown, CEO dari THIS Inc dan seorang konsultan bisnis membuat kasus untuk kehidupan yang lebih tertutup. Buku ini bisa memberikan pelajaran untuk siapapun. McKeown bertanya kepada pembacanya untuk terlibat dengan apa yang ia maksud dengan ‘disiplin yang sistematis’ untuk menyelesaikan ‘hanya hal-hal yang dilakukan dengan benar’. Buku ini sangat membantu untuk pembaca yang mau membuat hidup mereka lebih sibuk tapi penuh makna.
2. Digital Minimalism : The Case for a Focused Life in a Noisy World, Cal Newport
Dalam Digital Minimalism, Cal Newport, seorang ilmuwan komputer di Georgetown dan penulis dari Deep Work membuat kasus untuk ‘detoks digital’. Ia berargumen bahwa smartphone, aplikasi dan waktu yang kita habiskan di layar dapat mengurangi kualitas hidup kita. Bukan hanya karena kita sering melihat layar dan terlibat dalam dunia sosial non-fisik, tetapi sebagian besar karena apa yang ia sebut sebagai efek ‘fragmen’ – bahwa 10 detik yang kamu gunakan untuk melihat ponsel, akan mengurangi kualitas dari pengalaman pribadi yang mungkin anda alami saat itu secara langsung. Dalam Digital Minimalism, Newport menawarkan rencana 30 hari dimana pembaca diharuskan untuk meninggalkan teknologi yang tidak penting dan setelah 30 hari berakhir, mereka diperbolehkan menggunakannya kembali. Itu merupakan suatu hal yang dapat bermanfaat bagi kita.
3. 10% Happier : How I Tamed The Voice in My Head, Reduced Stress Without Losing My Edge, and Found Self-Help That Actually Works, Dan Harris
Walaupun “10% Happier” merupakan salah satu buku tertua dalam list ini, buku ini berhak mendapatkan tempat karena pendekatan yang terukur terhadap meditasi dan kebahagiaan. Dan Harris, sang penulis buku terkena panic attack dalam televisi nasional. Buku ini membawa pembaca dalam perjalanannya mendekonstruksi proses pemikiran Harris yang berbahaya tentang workaholic yang tidak henti-hentinya dan menjelaskan bagaimana meditasi yang dapat membantunya tetap tenang tetapi juga tetap produktif. Untuk orang tua yang sedang diposisi puncak emosi, meditasi bisa sangat membantu.
4. The Gifts of Imperfection : let Go of Who You Think You’re Supposed to Be and Embrace Who You Are, Brene Brown
Brene Brown beragumen di buku The Gifts of Imperfection mengenai keinginan menjadi sebagai orang tua, karyawan, ataupun pasangan. Mencoba menjadi sempurna hanya akan membuat kamu frustasi. Di buku ini, Brown menawarkan sepuluh tips kepada pembaca untuk menerima kekurangannya dan menjalani kehidupan yang lebiih jujur dan bahagia.
5. #Chill : Turn off Your Job, Turn on Your Life, Bryan Robinson
#Chill merupakan sebuah buku untuk orang yang tau bahwa mereka tidak bisa berubah dalam sehari. Buku ini juga memberikan informasi mengenai cara menghadapi kebiasaan bekerja yang berlebihan. Bryan Robinson juga menyarankan untuk menggunakan meditasi untuk membantu mengatasi bekerja yang berlebihan.
6. Off The Clock : Feel Less Busy While Getting More Done, Laura Vanderkam
Ahli manajemen waktu, Laura Vanderkam berhasil mengendalikan perasaan terlalu banyak bekerja dan terlalu sibuk dengan melepaskannya sedikit demi sedikit. Ia juga menanamkan pada dirinya bahwa ia memiliki waktu yang ada di dunia ini. Buku ini bisa membantu kamu mengatasi stres, jika kamu merasa terlalu banyak sibuk. Buku ini juga menyajikan contoh dari kisah nyata yang dapat membantu pembaca untuk melihat cara penerapan.
7. Make Time : How to Focus on What Matters Every Day, Jake Knapp dan John Zeratsky
Jika kamu kurang fokus dalam bekerja, merasa menghabiskan waktu ke dalam media sosial ataupun merasa sibuk tanpa hasil, Make Time mungkin dapat membantu. Make Time bertujuan untuk mengoptimalisasi to-do list, fokus terhadap energi profesional, dan merancang waktu yang efektif.
* Putus bisa membuat trauma * Perasaan kehilangan setelah putus mungkin membuat kamu galau * Mulai buka jalan menuju pemulihan emosional dengan 6 buku self-help ini
Putus memang merupakan salah satu pengalaman terburuk untuk dilewati. Perasaan kehilangan ketika pasangan kamu mengucapkan selamat tinggal memang membuat hati sakit. Tapi, hidup harus tetap berjalan.
Walaupun terasa seperti tidak mungkin untuk menghilangkan rasa sakit hati, tetapi masih ada harapan jika kamu berniat. Nah, 6 buku ini bisa membantu kamu untuk melewati masa-masa sulit yang harus kamu jalani.
1. Buddha Breaking Up by Stephanee Killen
Stephanee Killen mengerti bahwa putus merupakan salah satu hal terberat untuk dilalui. Tapi, ia datang untuk membantu kamu lewat bukunya yang berjudul Buddha Breaking up dengan pembawaannya yang humoris. Dalam buku ini, ia bercerita mengenai pengalaman pribadinya dalam melewati masa-masa putus. Di buku ini dia juga memberi informasi mengenai langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk lebih cepat move on. Buku ini terbagi ke dalam dua bagian yaitu pertama-tama kamu harus mengecek bagaimana kamu bisa jatuh cinta dan kemudian melihat metode untuk menghadapi emosi negatif yang berasal dari patah hati.
2. Get Over a Breakup by Robin Martel
Walaupun yang memutuskan hubungan bukan kamu, terkadang putus bukanlah hal yang jelek. Memang, pasti itu sangat menyakitkan, tapi hal tersebut bisa membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam buku Get Over a Breakup, Robin Martel menuntun para pembacanya melalui 5 langkah untuk sembuh dari patah hati. Pertama, kamu akan belajar bagaimana untuk tidak berhubungan dengan mantanmu. Lalu, pelajaran mengenai emosi dan kebiasaan buruk yang selalu ada setelah putus. Pada akhirnya, Martel juga memberi contoh nyata untuk menunjukkan bahwa semua akan baik-baik saja.
3. The Breakup Band Aid by Sarah Melland
Putus terkadang dapat membuat orang melakukan hal-hal buruk. Membaca buku The Breakup Band Aid mungkin dapat membuat kamu lebih tenang dengan cara Sarah Melland bercerita. Dalam buku ini, ia memberikan 12 langkah untuk tidak mengingat mantanmu lagi. Nggak hanya itu, di sini kamu juga mendapatkan list lagu patah hati dan rencana untuk membuat mantan kamu cemburu.
4. Grieving the Loss of a Love by Eleora Han PhD
Baik itu kehilangan orang yang kamu sayang atau kamu sedang melalui proses perceraian atau mungkin kamu minta putus kepacarmu, percayalah kamu akan tetap berkutat dengan perasaan kehilangan. Di buku ini, Han menginginkan kamu untuk mengeksplor keindahan dari maaf dan menerima kekurangan kamu untuk mendapatkan ketenangan di situasi apapun.
5. Getting Over a Breakup by Kate Anderson
Belajarlah untuk mencintai diri sendiri lagi dari buku Getting Over a Breakup oleh Kate Anderson
Yang memberikan 75 langkah untuk move on dari patah hati. Beberapa hal yang kamu akan pelajari adalah menghindari beberapa kesalahan dan proses penyembuhan diri kamu.
6. Getting Past Your Breakup by Susan J. Elliott
Susan J.Elliot ingin kamu tahu bahwa putus akan menjadi hal terbaik yang pernah terjadi padamu. Mungkin sekarang kamu merasakan sakit, tetapi kamu akan bertransformasi secepatnya. Dalam bukunya, Elliott memberikan strategi untuk move on. Di sini ia juga memberikan rahasia seperti apa model hubungan yang akan kandas dan apa yang dilakukan ketika kamu tidak bisa berhenti memikirkan mantanmu.
Baik di supermarket, di tempat tidur di malam hari atau di mana saja, mungkin kita sering tergoda untuk mengambil ponsel dan mulai men-scroll pesan masuk atau media sosial. Tetapi siapa pun yang telah melakukannya ketika di hadapan teman dekat, anggota keluarga, atau pasangan mungkin telah membuat orang itu merasa diabaikan, kesal atau bahkan dinomorduakan. Hal tersebut dikemukakan berdasarkan penelitian yang berkembang di “technoference,” atau potensi interferensi yang dimiliki smartphone dan teknologi lainnya dalam interaksi sosial bertatap muka.
Dalam ulasan makalah yang muncul dalam Perspectives on Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science, profesor psikologi Universitas Arizona, David Sbarra dan rekan-rekannya di Wayne State University di Detroit meneliti penelitian terkait technoference. Mereka mengusulkan sebuah penjelasan mengapa manusia begitu tertarik pada smartphone mereka, bahkan perangkat itu membuat kita jauh dari orang yang berhubungan dekat dengan kita. Itu karena sejarah evolusi kita, ujar mereka.
Manusia terprogram untuk terhubung dengan orang lain, ungkap Sbarra dan rekan-rekannya. Dalam perjalanan sejarah evolusi, kami mempercayai hubungan erat terjadi di keluarga dan teman untuk bertahan hidup. Hubungan ini didasarkan pada kepercayaan dan kerja sama yang dibangun ketika orang mengungkapkan informasi pribadi tentang diri mereka sendiri dan responsif satu sama lain.
Smartphone dan akses konstan yang mereka berikan ke pesan teks dan media sosial, memudahkan orang untuk mengungkapkan informasi pribadi dan menanggapi orang lain di jejaring sosial mereka. Dan jaringan ini jauh lebih besar dan berbanding jauh dengan zaman nenek moyang kita.
“Gambar atau tarikan smartphone terhubung ke modul tertua di otak kita dan hal ini sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, dan inti dari cara kita terhubung dengan orang lain adalah pengungkapan diri dan responsif,” kata Sbarra. “Evolusi membentuk pengungkapan diri dan responsif dalam konteks jaringan kerabat dekat dan kami sekarang melihat perilaku-perilaku ini secara terus-menerus dikutip oleh situs jejaring sosial dan melalui telepon. Sekarang, Kita memiliki tepi terluar jaringan sosial yang memberi isyarat untuk responsif. Namun, tidak terlihat lagi orang yang memperhatikan anaknya yang sedang mencoba untuk menceritakan sebuah kisah karena sibuk menelusuri dan menekan tombol ‘like’ Facebook. “
Dalam makalah, Sbarra dan rekan penulisnya memiliki gagasan bahwa teknologi dengan mudah menarik perhatian dan mungkin ada ketidaksesuaian evolusi antara smartphone dan perilaku sosial yang membantu membentuk dan mempertahankan hubungan sosial yang erat.
“Smartphone dan jangkauannya menciptakan konteks baru untuk mengungkapkan informasi tentang siapa kita dan bagaimana untuk bersikap responsif terhadap orang lain, dan koneksi virtual ini mungkin memiliki efek hilir yang tidak diinginkan pada hubungan kita saat ini,” kata Sbarra. “Ketika Anda dialihkan ke atau oleh perangkat, maka perhatian Anda terbagi, dan menjadi responsif.”
Perhatian yang terbagi dapat menyebabkan konflik hubungan, ujar Sbarra dan rekan-rekannya. Misalnya, mengutip sebuah review makalah studi dari 143 wanita yang menikah, lebih dari 70 persen di antaranya melaporkan bahwa ponsel sering mengganggu hubungan mereka.
Sbarra tidak percaya bahwa semua smartphone itu buruk. Faktanya, dia dan rekan penulisnya mengakui bahwa perangkat menawarkan beberapa manfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan, dan fitur SMS memberikan alternatif jalan ke pasangan untuk tetap komunikasi dengan cara yang bermakna. Tetapi mereka mengatakan bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak koneksi virtual terhadap hubungan dunia nyata kita dan cara-cara telepon dapat mengurangi interaksi langsung dan menyebabkan konflik.
“Kami menjauh dari pertanyaan apakah situs jejaring sosial dan penggunaan smartphone itu baik atau buruk,” kata Sbarra. “Teknologi ada di mana-mana dan itu tidak akan hilang. Dalam makalah ini, kami tertarik untuk menjawab dua pertanyaan dasar: Mengapa perangkat tampaknya memiliki daya tarik yang kuat pada kita? Dan, bagaimana penjelasan ilmiah tentang efek yang memindahkan interaksi langsung ke dunia virtual? ”
Dari sana, penulis menjabarkan agenda penelitian yang mereka harap dapat memandu studi di masa depan. Studi-studi itu akan semakin penting ketika teknologi baru berkembang dan menjadi lebih terintegrasi dalam kehidupan kita sehari-hari, kata Sbarra.
“Antara tahun 2000 dan 2018, kita telah melihat kemajuan teknologi terbesar, bisa dibilang, terbesar dalam 100 tahun terakhir,” katanya. “Kami tertarik untuk memahami peran hubungan sosial dalam kesejahteraan manusia. Kita bisa memahami ini dari tingkat apa yang dilakukan individu dalam suatu hubungan, tetapi kita juga bisa memahaminya pada tingkat perubahan sosial dan kekuatan sosial yang mungkin mendorong hubungan. ”
Kalau kamu seorang fotografer atau seseorang yang suka foto, pastinya kamu memiliki rasa kepuasan tersendiri setiap mengambil foto.
Tapi, terkadang mengambil foto dalam keadaan sibuk bisa menjadi tantangan. Ide juga pastinya menjadi stagnan. Nah, apa sih sebenarnya yang harus dilakukan ketika kamu kehabisan kreativitas?
1. Jangan takut untuk berhayal
Mungkin hal ini agak aneh untuk di sarankan, tetapi beberapa penelitian mengatakan bahwa menghayal dan tidur siang dapat membantu proses kreativitas, lho. Memberikan waktu kepada diri kamu untuk memikirkan rencana apa saja yang harus dilakukan merupakan hal yang penting dalam proses kreativitas. Hal ini juga memberikan waktu kepada otak kita untuk memikirkan apa yang membuat kita tertarik.
2. Berpikir sebelum mengambil foto
Permasalahan dalam era fotografi digital adalah sangat mudah untuk mengambil gambar di setiap 5 menit. Fotografi dapat menjadi tidak berarti ketika kita kurang peduli dan tidak fokus ketika mengambil gambar. Salah satu cara untuk menjadi lebih kreatif adalah berikan batasan angka terhadap berapa foto yang kamu ambil sehingga kamu akan lebih serius.
3. Hilang dari teknologi
Hal-hal di era digital seperti email, internet, dan media sosial membuat kita terkadang teralihkan dari dunia sekitar kita. Kita sering sibuk di dunia online, sehingga tidak punya waktu untuk menikmati kehidupan nyata. Dan bagaimana kita bisa jadi kreatif jika kita tidak melihat keindahan setiap hari? Nah, dengan menghilang sejenak dari teknologi dapat membantu meningkatkan kreativitasmu.
4. Jangan terlalu perfeksionis
Tidak ada yang membatasi kreativitas selain pemikiran untuk menjadi sempurna. Fotografer paling berpengalaman pun terkadang memiliki perasaan bahwa hasil yang ia berikan belum sempurna. Padahal, pikiran negatif seperti itu dapat menghambat kreativitas kita, lho. Untuk itu, jauhkan pemikiran negatif danbebaskan pemikiranmu yahh.
5. Hadapilah ritme naturalmu
Masalah lain perihal kreativitas adalah kita tidak bisa memaksa diri kita untuk kreatif ketika kita tidak bisa berpikir secara kreatif secara alami. Misalnya, saya bukan orang pagi. Secara alami saya paling kreatif di siang dan malam hari. Jadi pada saat itulah saya akan menulis artikel atau keluar dan mengambil foto atau kebalikannya. Jika kamu berpegang teguh pada waktu yang bekerja secara alami untukmu, kamu akan merasa jauh lebih mudah untuk merangkul kreativitas. Setiap orang memiliki ‘waktu’ kreatifnya masing-masing. Jadi, pahamilah dirimu dan pahami kapan saja saat-saat kreativitasmu terpacu.
6. Carilah inspirasi dari luar
Banyak inspirasi di luar sana untuk membantu kamu meningkatkan kreativitas. Kamu bisa melihat-lihat beberapa foto dari banyak fotografer dan karya-karya lainnya yang kamu sukai dan tidak sukai. Jangan takut untuk mengambil inspirasi dari orang lain dan menggunakannya untuk meningkatkan kreativitas Anda sendiri.
Kesimpulannya
Ini hanya beberapa ide untuk membantu Anda mulai lebih kreatif setiap hari. Setelah kamu mulai menerapkannya, kamu mungkin memiliki lebih banyak ide lainnya! Tetapi kuncinya adalah temukan inspirasi dan rangkul kreativitasmu.
Semua smartphones mengeluarkan beberapa tipe radiasi, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa tipe handphone mengeluarkan lebih banyak radiasi dari yang lain.
Data tersebut merupakan hasil penelitian yang diterbitkan oleh Kantor Federal Jerman untuk Proteksi Radiasi. Hasil dari penelitian itu menunjukkan secara spesifik angka penyerapan ataupun jumlah gelombang frekuensi radio yang dipancarkan dari beberapa jenis model smartphone.
Pada dasarnya, semakin tinggi penyerapan, maka semakin banyak juga gelombang frekuensi radio yang dipancarkan, dimana semakin tinggi juga kesempatan pengguna terkena bahaya radiasi.
Nah, Statista mengambil data tersebut dan membuatnya menjadi media yang lebih mudah dibaca yaitu infografik.
Pancaran paling tinggi
Dari smartphone yang telah diukur, beberapa model yang diproduksi oleh Xiaomi dan OnePlus adalah beberapa smartphone yang paling berbahaya.
Xiaomi Mi A1 mendapat posisi teratas atas smartphone yang memiliki pemancar radiasi tertinggi, diikuti dengan OnePlus 5T, Xiaomi Mi Max 3, dan OnePlus 6T.
Tapi, ada juga merek ternama yang masuk ke dalam list yaitu Google, Apple, ZTE, dan HTC. Google Pixel 3 XL dan Pixel 3 ada di posisi 7 dan 12.
iPhone 7 dan iPhone 8 duduk di posisi 9 dan 14.
Pancaran paling rendah
Penelitian juga menunjukkan data beberapa perangkat yang memancarkan radiasi minim. Diantara itu, Samsung Galaxy Note 8 duduk di peringkat terendah pemancar radiasi.
Menariknya, 5 handphone Samsung ada di peringkat 10 teratas. Samsung Galaxy A8 duduk di peringkat 4, sedangkan Samsung Galaxy S9+ berada di peringkat 9.
Perangkat yang juga masuk ke dalam list adalah Motorola, ZTE, dan LG.
Apa Artinya Ini untuk Anda?
Meskipun cukup mudah untuk memberikan peringkat pada smartphone berdasarkan nomor SARnya, ternyata jauh lebih sulit untuk menentukan seberapa besar angka SAR yang dinyatakan aman. Sampai saat ini, masih belum ada acuan yang menyatakan seberapa besar radiasi yang dianggap aman pada sebuah smartphone.
Rumitnya lagi, ada 2 penelitian yang memberikan hasil berbeda. Ada yang mengatakan radiasi itu berbahaya terhadap manusia, ada juga yang bilang tidak.
Sebagai contoh, temuan awal sebuah penelitian oleh Program Toksikologi Nasional menunjukkan bahwa radiasi smartphone dapat menyebabkan kanker. Tetapi, dua penelitian pemerintah menunjukkan bahwa jumlah radiasi yang dipancarkan oleh perangkat kita hanya berbahaya bagi tikus dan bukan manusia.
Saya mewawancarai beberapa pengusaha paling sukses di DealMakers Podcast, di mana mereka biasanya berbagi kisah tentang bagaimana mereka bisa sukses. Saya terinspirasi untuk mengumpulkan beberapa pelajaran berharga yang dipelajari para pendiri ini dengan susah payah selama perjalanan membangun, membiayai, meningkatkan skala dan bahkan keluar dari perusahaan mereka. Ada begitu banyak hal yang tidak diketahui ketika mengambil langkah untuk meluncurkan startup dan bahkan ketika berada pada tahap penggalangan dana dan menumbuhkan perusahaan, mungkin ada banyak saingan dan kesalahpahaman. Jalan tidak akan pernah selalu mulus.
Pada pembahasan kali ini, inilah yang diharapkan oleh sepuluh pengusaha sukses harapkan mereka ketahui sebelumnya, sehingga Anda dapat belajar dari pengalaman mereka dan mulai melangkah, menskalakan, dan membuatnya.
ShutterstockGAUDILAB/SHUTTERSTOCK.COM
1) Cobalah!
Eugenio Pace memiliki pekerjaan bergaji bagus di Microsoft. Bisa dibilang pekerjaannya adalah impian tiap orang yang sudah melek teknologi. Namun, dia tidak bisa menghilangkan hasrat untuk membangun perusahaan miliknya sendiri.
Dia dan istrinya menyadari bahwa jika mereka tidak memulai usaha, mereka akan menyesal saat ini. Sampai saat ini, startupnya telah mengumpulkan $110 juta dari investor VC terkemuka. Mengagumkan bukan? Jika Anda ragu-ragu untuk memulai startup Anda, tanyakan pada diri Anda sendiri peluang apa yang akan hilang dan Anda sesali. Bukankah lebih baik mencoba?
2) Tidak Pernah Ada Waktu yang Buruk untuk Memulai Perusahaan
Jon Stein adalah salah satu pendiri perusahaan fintech Betterment. Perusahaannya sekarang mengelola $15 miliar untuk ribuan pengguna. Namun, startup diluncurkan dalam resesi besar, dan kebanyakan orang berpikir mustahil untuk mendapatkan peminat, belum lagi meningkatkan modal ventura. Itu adalah saat yang menakutkan bagi investor, konsumen banyak yang kecewa dan peraturan berubah dengan cepat. Namun, Jon menunjukkan banyak manfaat yang diperoleh ketika memulai usaha pada saat kemerosotan terjadi. Mungkin yang paling penting adalah Anda benar-benar harus membuat produk dan model bisnis yang berfungsi dan benar-benar diinginkan. Meluncurkan bisnis pada saat seperti itu dapat juga memudahkannya.
3) Kurangi Resiko Langkah Demi Langkah
Ketakutan memang banyak menghantui calon pengusaha untuk mundur. Mungkin hampir semua startup gagal karena tidak peka terhadap risiko dan bahaya yang sebenarnya.
Eric Ryan yang telah mengumpulkan lebih dari $34 juta dan telah membawa startup dari nol menjadi $100 juta hanya dalam dua tahun. Mereka memulai mencoba pasar dengan metode door to door. Kemudian merambah ke toko-toko yang ditargetkan. Metode tersebut berhasil dan keberhasilan mereka ditandai dengan sebagian besar rumah tangga memiliki produk mereka saat ini. Hal tersebut bisa terjadi karena langkah-langkah mengurangi risiko yang diterapkan.
4) Lakukan dari Hati
Ada banyak cara untuk menghasilkan uang dan banyak bisnis yang dapat Anda mulai dan menangkan. Anda akan bersemangat, cenderung lebih bertahan dan menikmati perjalanan jika Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dan melakukannya dari hati. Begitulah cara banyak startup luar biasa terbentuk. Tidak terkecuali untuk brand The Baby Einstein and Weeschool.
Julie Clark memulai bisnisnya hanya dengan menciptakan sesuatu yang dia butuhkan untuk putrinya. Hal itu menciptakan startup pertamanya dan bahkan diakuisisi oleh Disney sebesar $25 juta, di tengah krisis keuangan.
Mulailah dengan apapun yang Anda miliki, pecahkan masalah dan jalani tujuan Anda dengan tulus. Maka uang akan menghampirimu.
5) Pahami Pekerjaan Anda sebagai CEO
Sebagian besar wirausahawan baru benar-benar tidak berpikir sejauh apa peran mereka sebagai CEO. Terutama saat startup mulai matang. Anthemos Georgiades telah mengumpulkan $90 juta dari perusahaan-perusahaan modal ventura terkemuka dan jumlah karyawan telah meningkat menjadi lebih dari 100 karyawan. Dia mengatakan “pekerjaan Anda sebagai CEO adalah memastikan diri sendiri tidak terlibat dalam operasional pekerjaan, dimana Anda merekrut orang, melihat mereka dan berpikir, wow, saya tidak percaya Anda melapor kepada saya. Saya belajar lebih banyak dari Anda daripada Anda belajar dari saya.”
6) Bangun dan Perkuat Tim yang Kuat
Martin Rawls telah mem-boot sebuah tim yang kuat. Dimana 150 orang menghasilkan $100 juta pendapatan per tahun. Dia mengatakan bahwa setelah melalui berbagai siklus bisnis dia belajar untuk menghargai “betapa pentingnya membangun tim dengan orang-orang yang independen dan sangat kuat. Karena jujur ada hal-hal diluar kemampuan saya sendiri yang dapat dilengkapi tim yang kuat.”
7)Bertahan
Kenyataan memang tidak selalu mudah. Heini Zachariassen mengumpulkan lebih dari $55 juta dan mampu mengalahkan industri berusia 6.000 tahun. Startupnya memiliki lebih dari 33 juta pengguna dan tumbuh dengan kecepatan 20k pengguna baru per hari. Namun, ada tantangan dalam mengumpulkan uang seperti tantangan bekerja dengan investor kelas baru saat Anda melalui putaran pendanaan baru dan banyak lagi. Jika Anda cukup beruntung untuk bertahan beberapa saat dan berhasil, Anda akan menghadapi tantangan berkaitan dengan karyawan dan bahkan pesaing yang mencoba mencuri bisnis Anda atau menuntut Anda keluar dari bisnis. Heini mengatakan “tunggu sebentar, karena ini hanya mampir sebentar.”
8) Selalu Cari Cara untuk Menghancurkan Bisnis Anda Sendiri
Setelah keluar dari dua perusahaan dengan nilai lebih dari $ 1 miliar dan menjadi investor sendiri, Kevin O’Connor tahu apa yang diperlukan untuk bertahan dan bertahan hidup menjadi sesuatu yang besar. Dia mengingatkan kita bahwa selalu ada orang lain yang ingin menghancurkan bisnis kita. Orang lain akan terjaga sepanjang malam untuk mencari tahu cara menjatuhkan Anda, membuat Anda gulung tikar dan mengalahkan Anda.
Sekalipun bisnis Anda sekarang kuat, semuanya terus berubah. Jika Anda secara rutin meluangkan waktu untuk membalikkan keadaan dan mempertimbangkan bagaimana Anda akan melakukannya, maka Anda bisa menjadi selangkah di depan para pesaing.
9) Pelajari Proses Penggalangan Dana & Keluar Dini
Dua sen akan jauh lebih baik secara finansial jika Anda benar-benar menginvestasikan waktu untuk mempelajari proses penggalangan dana dan apa arti sebenarnya yang diperlukan untuk bertahan hidup dan menjadi sukses dalam hal itu. Temukan sumber daya dan penasihat berkualitas sejati, maka Anda akan mendapati usaha berjalan lebih efisien.
Josh Hix misalnya yang awalnya mengalami 200 penolakan investor berubah dan menghasilkan $ 300 juta. Dari sudut pandangnya itu semua tentang hubungan. Mereka menjangkau pemain yang lebih besar untuk membangun hubungan baru. Pada akhirnya, strategi ini menjadi jalan keluar yang lancar tanpa perlu lelang yang canggung.
10) Fokus pada Hasil, Bukan Harga
Ketika datang ke penggalangan dana dan keluar dari startup, Michael Ellenbogen merekomendasikan untuk tidak terlalu bergantung pada harganya. Dia telah beralih dari pekerjaan korporat ke dunia startup dan bahkan mendapatkan dana dari Bill Gates. Nasihatnya adalah “Fokus pada hasil kesepakatan, tidak melulu soal harga. Ada pembeli yang baik dan ada pembeli yang mungkin tidak cocok dengan perusahaan dan budaya yang dikembangkan sehingga budaya pembeli akhirnya akan mengambil alih budaya perusahaan dan pembeli selalu mencari budaya yang baik. Jika tidak menyesuaikan, maka perusahaan yang Anda bangun pada akhirnya akan menghilang.
Alejandro Cremades adalah seorang pengusaha serial dan penulis buku terlaris The Art of Startup Fundraising, sebuah buku yang menawarkan panduan langkah demi langkah dalam mengumpulkan uang bagi para pengusaha.
Ingin membuat penjelajahan Netflix lebih mudah? Coba trik yang bermanfaat ini
Dengan pustaka konten yang terus berkembang, ada banyak hal yang dapat di tonton di Netflix selama kamu dapat menemukan sesuatu yang menarik minatmu. Layanan streaming memudahkan pengguna untuk mencari berdasarkan kategori umum, tetapi jika kamu ingin lebih spesifik, berikut trik-trik yang dapat membantumu.
Menurut What’s On Netflix, streamer telah menetapkan kode untuk setiap genre dan subgenre, kamu juga dapat mengakses daftar lengkap film atau program lain secara manual. Untuk melakukannya, kamu harus mengetik URL berikut ke browser Internetmu: http://www.netflix.com/browse/genre/INSERTNUMBER. Setelah itu, tukar saja komponen “INSERTNUMBER” dengan kode yang sesuai dengan genre yang ingin kamu jelajahi dan kamu akan dapat melihat semua opsi yang tersedia.
Kategori yang tersedia mulai dari yang cukup umum (mis., Anime, drama dan serial TV) hingga yang sangat spesifik (mis., Film untuk usia 5 hingga 7 tahun, komedi remaja dan film horor). Selain beranda Netflix dan opsi penjelajahan yang ada, pengkategorian ini berfungsi sebagai alat yang bermanfaat untuk menemukan dengan tepat apa yang ingin kamu streaming.
Alih-alih memasukkan tautan secara manual, pengguna Google Chrome dapat memasang ekstensi FindFlix yang bermanfaat untuk memudahkan mencari genre yang kurang dikenal. Mereka yang tidak menggunakan Chrome dapat mengeklik untuk menelusuri beberapa kode “rahasia” Netflix favorit kami di bawah ini. Selamat browsing!
Rahasia kulit yang sehat mungkin ada di dapur Anda! Cobalah cuka apel untuk membuat kulit Anda terlihat lebih muda beberapa tahun.
Anda mungkin menyukai cuka apel karena kandungan zesty salad vinaigrettes, dan Anda mungkin juga telah mencoba menggunakannya untuk membersihkan rambut—tetapi apakah Anda tahu manfaat cuka apel untuk kulit? Jika kulit Anda berjerawat atau sensitif, sudah saatnya untuk menyingkirkan pembersih berbahan kimia yang keras dan beralih dengan sesuatu yang lebih alami. Baca terus untuk mengetahui apakah cuka apel adalah jawaban untuk kulit Anda.
Apakah Cuka Apel Aman untuk Kulit?
Cuka apel aman untuk kulit dan dapat meningkatkan tekstur dan penampilannya jika digunakan dengan benar. Siap untuk memahami segi ilmiahnya? Berikut penjelasannya: Cuka apel memiliki sifat anti-inflamasi dan terdiri dari asam asetat dan asam alfa hidroksi. Ini berarti cuka apel dapat mengelupas kulit, menyerap minyak berlebih dan membuang kotoran yang menyumbat pori-pori. Juga memiliki kekuatan untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit Anda. Keseimbangan pH yang tepat menjaga lapisan luar kulit tetap bagus dan sehat dan membuat kulit Anda tampak cerah dan bersinar.
Cara terbaik untuk menggunakan cuka apel di kulit Anda adalah dengan membuatnya sebagai toner. Untuk mempermudah, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini.
Cara Membuat Toner Cuka Apel
Persediaan yang Dibutuhkan:
Cuka sari apel organik (saran: Cuka Sari Apel Bragg’s Organic)
Air, disuling atau disaring
Langkah 1: Encerkan
Tuang cuka sari apel ke dalam wadah. Gunakan wadah bertutup sehingga dapat menyimpannya untuk penggunaan sehari-hari. Jumlah cuka yang Anda butuhkan tergantung pada berapa jumlah toner yang ingin Anda buat, tetapi cobalah mulai dengan ¼ gelas. Tambahkan air suling/air saringan dengan jumlah yang sama untuk mencairkan cuka.
Jika kulit Anda sangat sensitif, mungkin perlu lebih banyak air. Sebelum menggunakan untuk pertama kalinya, ujilah toner pada bagian kecil kulit Anda untuk melihat bagaimana reaksinya.
Langkah 2: Oleskan ke Wajah
Cuci wajah Anda dengan sabun pembersih biasa, lalu gunakan toner dengan menuang sedikit campuran pada kapas dan oleskan ke wajah.
Langkah 3: Melembabkan
Setelah toner kering, oleskan pelembab harian Anda.
Saran: Jika Anda ingin bereksperimen lebih lanjut dengan perawatan kulit alami lainnya, coba gunakan minyak kelapa organik sebagai pelembab.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Cuka Apel untuk Mengatasi Jerawat?
Jika Anda menggunakan cuka apel sebagai pengobatan jerawat, mungkin Anda tidak akan melihat hasilnya hanya dalam jangka waktu semalam. Pergantian sel kulit membutuhkan waktu sekitar empat sampai enam minggu. Jadi, untuk kulit bebas jerawat dengan menggunakan toner cuka sari apel, beri sedikit waktu dan Anda akan lihat manfaatnya.Jika langkah-langkah yang kami sarankan di atas menurut Anda rumit, Anda dapat membeli produk yang mengandung cuka sari apel. Cobalah cari di pasaran toner organik siap pakai yang dibuat dengan cuka sari apel dan witch hazel.